ASKEP
CUSHING DINDROM
DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS KMB II
Dosen Pembimbing: Asri kusyani.S.kep.Ners

Di Susun Oleh
Kelompok
1
1.
Eka Pujiningrum
2.
Handiyono
3.
Muhammad Alqori
4.
Nuriyatul Hasanah
5.
Okky Alifia
6.
Syamsul Arifin
PRODI
DIII KEPERAWATAN
STIKES
BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS
JOMBANG
ASKEP CUSHING SINDROM
A.PENGERTIAN
Sindrom cushing adalah suatu keadaan yang diakibatkan
oleh efek metabolik
gabungan dari peninggian kadar glukokortikoid dalam darah yang
menetap. Kadar yang
tinggi ini dapat
terjadi secara spontan
atau karena pemeberian
dosis farmakologik
senyawa-senyawa glukokortikoid. (Sylvia A. Price; Patofisiolgi, Hal.
1088)
Sindrom Cushing adalah
suatu keadaan yang disebabkan oleh efek metabolik gabungan dari peninggian
kadar glukokortikoid dalam darah yang menetap. (Price, 2005)
B.ETIOLOGI
a. Iatrogenik
Pemberian glukokortikoid jangka panjang dalam dosis
farmakologik. Dijumpai pada penderita artitis rheumatoid, asma, limpoma dan
gangguan kulit umum yang menerima glukokortikoid sintetik sebagai agen
antiinflamasi.
b. Spontan
Sekresi kortisol yang berlebihan akibat gangguan aksis
hipotalamus-hipofisis-adrenal. Adenoma pituitary (70%kasus), tumor
adrenokortikal (20% kasus) dan tumor ekstrapituitari (10% kasus) seperti
karsinoma sel kecil-kecil paru.
C.MANIFESTASI KLINIS
a. Wajah yang khas (moon face)
b. Penipisan rambut kepala disertai
jerawat dan hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebihan pada wajah dan tubuh
seperti layaknya pria)
c. Obesitas batang tubuh dengan fosa
supraklavikula yang terisi penuh, punuk kerbau (buffalo hump)
d. Striae pada kulit
e. Kelemahan dan atropi otot
f. Osteoporosis
g. Kulit yang rapuh dan penyembuhan
luka yang lama
h. Ulkus peptikum
i. Hipertensi
j. Kelabilan emosi
D.PATOFISIOLOGI
Telah dibahas diatas bahwa penyebab sindrom cishing
adalah peninggian kadar
glukokortikoid dalam darah yang menetap. Untuk lebih memahami manifestasi
klinik
sindrom chusing, kita
perlu membahas akibat-akibat metabolik
dari kelebihan
glikokorikoid. Korteks adrenal
mensintesis dan mensekresi
empat jenis hormon:
• Glukokortikoid.
Glukokortikoid fisiologis yang
disekresi oleh adrenal
manusia adalah kortisol
• Mineralokortikoid.
Mineralokortikoid yang fisiologis
yang diproduksi
adalah aldosteron,
E.KONSEP DASAR KEPERAWATAN
1.Pengkajian
Pengumpalan riwayat dan pemeriksaan
kesehatan difokuskan pada efek tubuh dari hormone korteks adrenal yang
konsentrasinya tinggi dan pada kemampuan korteks adrenal untuk berespons
terhadap perubahan kadar kortisol dan aldosteron. Riwayat kesehatan mencakup informasi tentang
tingkat aktivitas klien dan kemampuan untuk melakukan aktivitas rutin dan
perawatan diri. Detailnya pengkajian keperawatan untuk
klien dengan sindrom cushing mencakup:
a. Kaji kulit klien terhadap trauma,
infeksi, lecet-lecet, memar dan edema.
b. Amati adanya perubahan fisik dan
dapatkan respon klien tentang perubahan dini.
c. Lakukan pengkajian fungsi mental
klien, termasuk suasana hati, respon terhadap pertanyaan, kewaspadaan terhadap
lingkungan, dan tingkat depresi. Keluarga klien merupakan sumber terbaik untuk
mendapatkan informasi tentang perubahan ini.
2.Diagnosa
keperawatan
Diagnosa
keperawatan umum yang dapat dijumpai pada klien dengan sindrom Cushing adalah
sebagai berikut :
a. Resiko terhadap cedera
berhubungan dengan kelemahan dan perubahan metabolisme protein.
b. Defisit perawatan diri
berhubungan dengan kelemahan, keletihan, pengurusan masa otot.
c.
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema.
d. Gangguan citra tubuh berhubungan
dengan perubahan penampilan fisik,.
e. Perubahan proses pikir
berhubungan dengan perubahan suasana hati, mudah tersinggung dan depresi.
f. Kelebihan volume cairan
berhubungan dengan kelebihan natrium
g. Resiko perdarahan berhubungan
dengan melemahnya jaringan penyokong perivaskuler
h. Nyeri
berhubungan dengan perlukaan pada mukosa lambung
i. Resiko
tinggi gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intak in adekuat
j. Potensial komplikasi:
Hiperglikemia
3. Rencana Keperawatan
a. Resiko terhadap
cedera berhubungan dengan kelemahan dan perubahan metabolisme protein.
Kriteria hasil:
1) Klien bebas
dari cedera jaringan lunak atau fraktur
2) Klien bebas
dari area ekimotik
3) Klien tidak
mengalami kenaikan suhu tubuh, kemerahan, nyeri, atau tanda-tanda infeksi dan
inflamasi lainnya
Rencana tindakan keperawatan:
1) Kaji
tanda-tanda ringan infeksi
Rasional : Efek antiinflamasi kortikosteroid dapat
mengaburkan tanda-tanda umum inflamasi dan infeksi.
2) Ciptakan lingkungan yang
protektif
Rasional : Mencegah
jatuh, fraktur dan cedera lainnya pada tulang dan jaringan lunak.
3) Bantu klien ambulasi
Rasional : Mencegah
terjatuh atau terbentur pada sudut furniture yang tajam.
4) Berikan diet tinggi protein,
kalsium, dan vitamin D
Rasional : Meminimalkan penipisan massa otot dan
osteoporosis.
b.
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema.
Kriteria hasil:
Klien mampu mempertahankan keutuhan kulit, menunjukkan
perilaku/teknik untuk mencegah kerusakan/cedera kulit.
Rencana tindakan keperawatan:
1) Inspeksi kulit terhadap perubahan
warna, turgor, vaskular.
Rasional : menandakan area sirkulasi
buruk/kerusakan yang dapat menimbulkan pembentukan infeksi.
2) Pantau
masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa.
Rasional : mendeteksi
adanya dehidrasi/hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas
jaringan pada tingkat seluler.
3) Inspeksi area tergantung edema.
Rasional : jaringan edema
lebih cenderung rusak/robek.
4) Berikan perawatan kulit. Berikan
salep atau krim.
Rasional : lotion dan salep mungkin diinginkan
untuk menghilangkan kering, robekan kulit.
5)
Anjurkan menggunakan pakaian katun longgar.
Rasional : mencegah
iritasi dermal langsung dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit.
6) Kolaborasi dalam pemberian matras
busa.
Rasional : menurunkan
tekanan lama pada jaringan.
c. Gangguan citra tubuh berhubungan
dengan perubahan penampilan fisik.
Kriteria hasil:
Klien mengungkapkan
perasaan dan metode koping untuk persepsi negatif tentang perubahan penampilan,
fungsi seksualitas, dan tingkat aktivitas. Menyatakan penerimaan terhadap
situasi diri.
Rencana tindakan keperawatan:
1) Kaji tingkat pengetahuan pasien
tentang kondisi dan pengobatan.
Rasional :
mengidentifikasi luas masalah dan perlunya intervensi.
2)
Diskusikan arti perubahan pada pasien.
Rasional : beberapa
pasien memandang situasi sebagai tantangan, beberapa sulit menerima perubahan
hidup/penampilan peran dan kehilangan kemampuan control tubuh sendiri.
3) Anjurkan orang terdekat
memperlakukan pasien secara normal dan bukan sebagai orang cacat.
Rasional : menyampaikan
harapan bahwa pasien mampu untuk mangatur situasi dan membantu untuk
mempertahankan perasaan harga diri dan tujuan hidup.
4) Rujuk ke perawatan kesehatan.
Contoh: kelompok pendukung.
Rasional : memberikan
bantuan tambahan untuk manajemen jangka panjang dari perubahan pola hidup.
d. Perubahan proses pikir
berhubungan dengan perubahan suasana hati, mudah tersinggung dan depresi.
Keriteria hasil:
Klien mampu mempertahankan tingkat orientasi realita
sehari-hari, mengenali perubahan pada pemikiran dan tingkah laku
Rencana tindakan keperawatan:
1) Evaluasi tingkat stress individu
dan hadapi dengan tepat
Rasional : tingkat stress
mungkin dapat meningkat dnegan pesat karena perubahan yang baru, sedang atau
telah terjadi.
2) Panggil pasien dengan namanya.
Rasional : Untuk menolong
mempertahankan orientasi.
3) Catat perubahan siklik dalam
mental/tingkah laku. Ikutsertakan dalam latihan rutin dan program aktivitas.
Rasional : penelitian
menunjukkan bahwa penarikan diri dan pasien yang tidak aktif memiliki resiko
yang lebih besar untuk mengalami kebingungan
4) Dukung
keikutsertaan pasien dalam perawatan diri sendiri.
Rasional : pilihan
merupakan komponen yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
e. Kelebihan volume cairan
berhubungan dengan kelebihan natrium
Keriteria hasil :
Menunjukkan volume cairan stabil, dengan keseimbangan
pemasukan dan pengeluaran, berat badan stabil, tanda vital dalam rentang normal
dan tak ada edema.
Rencana tindakan keperawatan:
1) Ukur
masukan dan haluaran, catat keseimbangan positif. Timbang berat badan tiap
hari.
Rasional : menunjukkan
status volume sirkulasi, terjadinya/ perbaikan perpindahan cairan, dan respon
terhadap terapi. Keseimbangan
positif/peningkatan berat badan sering menunjukkan retensi cairan lenjut.
2) Awasi tekanan darah.
Rasional : Peningkatan
tekanan darah biasanya berhubungan dengan kelebihan volume cairan tetapi
mungkin tidak terjadi karena perpindahan cairan keluar area vaskuler.
3) Kaji derajat perifer/edema
dependen
Rasional : Perpindahan cairan pada jaringan
sebagai akibat retensi natrium dan air, penurunan albumin dan penurunan ADH.
4) Awasi
albumin serum dan elektrolit (khususnya kalium dan natrium)
Rasional : penurunan
albumin serum memperngaruhi tekanan osmotic koloid plasma, mengakibatkan
pembentukan edema.
5) Batasi natrium dan cairan sesuai
indikasi.
Rasional : Natrium
mungkin dibatasi untuk meminimalkan retensi cairan dalam area ekstravaskuler.
f. Resiko perdarahan berhubungan
dengan melemahnya jaringan penyokong perivaskuler
Keriteria hasil:
Trombosit dalam batas
normal
Intervensi
1) Kaji adanya perdarahan
Rasional : mempermudah
menentukan intervensi selanjutnya.
2) Observasi tanda-tanda vital
(S.N.RR)
Rasional :
3) Antisipasi terjadinya perlukaan /
perdarahan.
Rasional : mencegah
terjadi perdarahan
4) Anjurkan keluarga klien untuk
lebih banyak mengistirahatkan klien
Rasional : Mengurangi resiko cedera sehingga memperkecil
adanya perdarahan
5) Monitor hasil darah, Trombosit
Rasional : penurunan jumlah trombosit menandakan
adanya perdarahan
g. Nyeri
berhubungan dengan terjadinya perlukaan pada mukosa lambung.
Keriteria hasil :
Klien mengatakan nyeri hilang/berkurang, menunjukkan
postur tubuh rileks dan mampu tidur dengan tepat
Rencana tindakan keperawatan
1) Catat
keluhan nyeri, lokasi, lamanya, intensitas (skala 0-10)
Rasional : Nyeri tidak
selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala nyeri pasien.
2) Kaji ulang faktor yang
meningkatkan dan menurunkan nyeri
Rasional : membantudalam membuat diagnosa
dan kebutuhan terapi.
3) Berikan makan sedikit tapi sering
sesuai indikasi untuk pasien
Rasional : makanan
mempunyai efek penetralisir asam, juga menghancurkan kandungan gaster. Makanan
sedikit mencegah distensi dan haluaran gaster.
4) Berikan obat sesuai indikasi.
Mis, antasida.
Rasional : menurunkan
keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia
h. Resiko tinggi gangguan pemenuhan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intak in adekuat
Keriteria hasil :
Mempertahankan berat badan
stabil, bebas dari tanda malnutrisi.
Rencana tindakan keperawatan:
1) Kaji riwayat nutrisi
Rasional :
mengidentifikasi defisiensi, menduga kemungkinan intervensi
2) Catat berat badan
Rasional : Pengawasan
kehilangan dan alat pengkajian kebutuhan nutrisi/keefektifan terapi.
3)
Diskusikan makanan yang disukai oleh pasien dan masukan dalam diet murni
Rasional : dapat maningkatkan masukan,
meningkatkan rasa partisipasi
4) Anjurkan klien makan sedikit tapi
sering
Rasional : makan sedikit
dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan juga mencegah distensi
gaster.
5) Rujuk ke ahli gizi.
Rasional : Perlu bantuan dalam perencanaan diet
yang memenuhi kebutuhan nutrisi
i. Potensial komplikasi:
Hiperglikemia
Keriteria hasil:
Tidak terjadi hiperglikemi
Rencana tindakan keperawatan
1) Observasi tanda-tanda hipeglikemi
Rasional : membantu dalam
menentukan intervensi selanjutnya
2) Berikan suntik insulin menurut
sleding scale
Rasional : mengupayakan
agar gula darah dalam keadaan normal
3) Awasi pemeriksaan laboratorium
terutama GDS
Rasional : Gula darah
yang tinggi merupakan indicator terjadi hiperglikemi
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, M. E.
1999. Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian perawatan pasien, edisi 3. Jakarta: EGC.
Price, S. A.,
2005. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit, edisi 6.
Jakarta: EGC.
Rumahorbo, Hotma.
1999. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Endokrin. Jakarta : EGC.